Berdimensi Spiritual dan Sosial, Ketum LDII Dorong Umat Islam Tingkatkan Kurban

KH Chriswanto Santoso

Jakarta (30/5). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso meminta umat Islam, khususnya warga LDII, untuk terus meningkatkan jumlah kurban. Pasalnya, ibadah kurban memiliki dimensi spiritual maupun sosial yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam rangka menyambut Idul Adha, Ketua DPD LDII Jakarta Selatan, Mulyono, menyampaikan bahwa antusiasme warga LDII Jakarta Selatan dalam berkurban terus meningkat. “Alhamdulillah, jumlah hewan kurban di lingkungan LDII Jaksel trennya meningkat tiap tahun. Kondisi ini pasca COVID-19,” ujar Mulyono.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kurban di Jakarta Selatan dilakukan di setiap Pimpinan Cabang (PC) atau majelis taklim, disesuaikan dengan kemampuan warga. Ada yang berkurban satu ekor sapi atau kambing secara individu, ada pula yang menggunakan sistem patungan sapi untuk tujuh orang.

Daging kurban tersebut kemudian didistribusikan kepada warga di sekitar PC/PAC LDII Jakarta Selatan, mencerminkan dimensi spiritual dan sosial dari ibadah kurban.

KH Chriswanto Santoso menegaskan, “Kurban merupakan wujud ketakwaan kepada Allah, mengikuti teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Sekaligus menjadi sarana untuk membangun kekuatan sosial dan kepedulian antarsesama.” Hal ini sejalan dengan upaya warga LDII Jakarta Selatan yang secara gotong royong dan penuh keikhlasan melaksanakan kurban, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Mulyono menambahkan, proses teknis penyembelihan hewan kurban hingga pembagian daging kepada warga sekitar dimulai segera setelah sholat Idul Adha dan ditargetkan selesai paling lambat setelah sholat Zuhur, sekitar pukul 1 siang.

Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi daging kurban dapat berjalan efisien dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dalam waktu singkat. “Tren peningkatan jumlah hewan kurban setiap tahunnya ini menjadi bukti nyata kesadaran dan ketaatan warga LDII Jakarta Selatan dalam menjalankan ibadah kurban, sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya pasca pandemi COVID-19 yang sempat berdampak pada banyak aspek kehidupan masyarakat,” jelas Mulyono.

KH Chriswanto juga mengingatkan bahwa kurban merupakan simbol ketakwaan individu sekaligus upaya meningkatkan kesalehan sosial, karena menunjukkan kepedulian umat Islam kepada sesama.

“Kurban menjadi ladang pahala dan sarana berbagi. Warga bisa memberi tanpa pamrih dan yang menerima merasakan kebahagiaan. Ini membangun kekuatan sosial yang luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, kurban juga mampu memutar roda perekonomian, terutama bagi para peternak, pedagang, hingga distributor hewan kurban. “Kondisi ekonomi dunia sedang mengalami penurunan, kurban ini mampu memutar ekonomi para peternak, pedagang, distributor hingga mereka yang berkaitan dengan peredaran hewan kurban,” papar KH Chriswanto.

Pembagian daging kurban juga berkontribusi terhadap peningkatan asupan gizi masyarakat, terutama dalam mendukung program pencegahan stunting yang sedang digencarkan pemerintah.

Keutamaan melaksanakan ibadah kurban yang luar biasa ini, menurut KH Chriswanto, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, baik dari sisi pahalanya maupun manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi mekanisme menabung yang diterapkan warga LDII untuk membeli hewan kurban, sehingga jumlah kurban terus meningkat setiap tahunnya. “Kurban merupakan wujud takwa sekaligus bersyukur. Artinya, dimensi spiritual ini harus menjadi daya dorong peningkatan jumlah kurban umat Islam,” tuturnya.

Dengan cara menabung dan sistem patungan, warga LDII dapat melaksanakan kurban secara konsisten. Pada Idul Adha tahun ini, DPP LDII mengangkat tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”, sebagai wujud keikhlasan dalam ibadah sosial.

KH Chriswanto Santoso optimis, dengan keikhlasan dan ketakwaan, umat Islam dapat terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya mengutip hadits dari Rasulullah SAW.

Dari pantauan media, jumlah kurban warga LDII dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2021, jumlah kurban warga LDII mencapai 39.301 ekor, selanjutnya pada 2022 mencapai 42.646 ekor. Kemudian pada 2023 jumlah kurbannya mencapai 47.341 ekor, dan pada 2024 mencapai 50.460 ekor. “Kami berharap pada 2025 bisa meningkat mencapai 10-20 persen,” pungkasnya.

Artikel Terkait